Kamis, 03 Oktober 2013

KEBUTUHAN DASAR IBU BERSALIN

1. Asuhan Tubuh dan Fisik
Asuhan ini berorientasi pada tubuh ibu selama dalam proses persalinan,hal ini juga yang akan menghindarkan ibu dari infeksi
Adapun asuhan yang dapat diberikan diantaranya adalah
a.     Menjaga kebersihan diri
*       menganjurkan ibu membasuh sekitar kemaluannya sesudah BAK / BAB dan menjaga tetap bersih dan kering.Hal ini dapat menimbulkan kenyamanan dan relaksasi serta menurunkan resiko infeksi karena dengan adanya kombinasi antara bloody show,keringat,cairan amnion,larutan untuk pemeriksaan vagina dan juga veces dapat membuat ibu bersalin marasa tidak nyaman
*       Mandi di bak / shower dapat menjadi sangat menyegarkan dan santai, ibu tersebut dapat menjadi  marasa sehat tetapi bila fasilitasnya tidak memungkinkan mandi di tempat tidur juga manyegarkan
b.     Berendam
Air telah dihubungkan dengan suatu perasaan sejahtera selam berabad-abad yang lalu. Ketertarikan dari air dalam persalinan dan kelahiran bayi kini telah berkembang.
Beberapa wanita memilih untuk menggunakan kolam hanya untuk berendam pada kala satu dan beberapa wanita memilih untuk melahirkan didalam air.
Beberapa wanita te;ah memberikan komentar tentang betapa rileksnya mereka selama berada dalam air.
Berendam dapat menjadi tindakan pendukung dan kenyamanan yang paling menenangkan. Bak yang diperlukan perlu cukup dalam agar air dapat menutup abdomennya.hal ini memberikan suatu bentuk hidrotherapy dan kegembiraan yang akan meredakan dan membentu terhadap kontraksi terhadap ibu bersalin
c.     Perawatan mulut
Ibu yang sedang ada dalam proses persalinan biasanya  mempunyai napas yang bau,bibir kering dan pecah-pecah,tenggorokan kering terutama jika dia dalam persalinan selama beberapa jam tanpa cairan oral dan tanpa perawatan mulut.Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak menyenangkan bagi orang disekitarnya.Hal diatas dapat dihindari jika wanita mampu mencerna cairan selama persalinannya
Perawatan yang dapat diberikan :
*       Menggosok gigi : Ibu bersalin harus diingatkan untuk membawa sikat gigi dan pasta gigi ke rumah sakir/rumah bersalin untuk digunakan selama persalinan
*       Mencuci mulut: Dengan pemberian produk pencuci mulut,sebagai tindakan untuk menyegarkan napas
*       Pemberian gliserin: Untuk menghindari terjadinya kekeringan pada bibir dapat digunakan gliserin dengan cara mengusapkannya
*       Pembarian permen untuk melembabkan mulut dan tenggorokan.sebaiknya anjurkan untuk mencegah aspirasi gunakan permen lollipop
d.     Pengipasan
Ibu yang sedang dalam proses persalinan biasanya banyak mengeluarkan keringat,bahkan pada ruang persalinan dengan kontrol suhu terbaikpun mereka akan mengeluh berkeringat pada beberapa waktu tertentu. jika tempat persalinan tidak menggunakan pendingin akan menyebabkan perasaan tidak nyaman dan sangat menyengsarakan wanita tersebut. Untuk itu gunakan kipas atau bisa juga bila tidak ada kipas dengan kertas atau lap yang dapat digunakan sebagai pengganti kipas

2. Kehadiran Seorang Pendamping
Penelitian menunjukan bukti bahwa kehadiran seorang pendamping pada saat persalinan dapat menimbulkan efek positif terhadap persalinan dalam arti dapat menurunkan morbiditas, mengurangi rasa sakit, persalinan yang lebih singkat dan menurunnya persalinan dengan operasi termasuk bedah besar, selain itu kehadiran seorang pendamping persalinan dapat memberikan rasa nyaman, aman, semangat, dukungan emosional, dan dapat membesarkan hati ibu.


Hodneet (2002) dalam Chapman mengungkapkan bahwa ada beberapa keuntungan dalam dukungan yang berkesinambungan bagi ibu hamil,antara lain:
*       Berkurangnya kebutuhan analgesia farmakologis dan lebih sedikit epidural
*       Berkurangnya kelahiran instrumental
*       Pembedahan caesar untuk membantu kelahiran menjadi berkurang.
*       Skore apgar < 7 lebih sedikit.
*       Berkurangnya trauma perinatal
Lebih dari itu menurut Hodneet pengalaman ibu yang melahirkan dengan dukungan yang berkesinambungan akan mewujdkan :
ü  Persalinan yang lebih baik dari yang diharapkan
ü  Pengalaman keseluruhan yang positif bagi ibu
ü  Ibu lebih mungkin menyusui sendiri pada 6 minggu
ü  Depresi lebih kecil pada 6 minggu
ü  Lebih sedikit kesulitan memelihara bayi
Kehadiran seorang pendamping memungkinkan ibu bersalin untuk memiliki rasa percaya diri lebih besar untuk bertanya atau meminta secara langsung atau melalui pendamping tersebut..
Pendamping persalinan bisa dilakukan oleh suami, anggota keluarga atau seseorang pilihan ibu yang berpengalaman dalam proses persalinan, untuk itu seorang bidan harus menghargai keinginan ibu untuk menghadirkan teman atau saudara yang khusus untuk menemaninya baik ditemani oleh suami / anggota keluarga atau temannya yang ia inginkan selama proses persalinan. Bidan harus dapat mengarahkan mereka untuk melakukan peran aktif dalam mendukung ibu dan mengidentifikasi langkah-langkah yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu.
Adapun dukungan yang dapat diberikan oleh pendamping  diantaranya adalah :
v  Mengusap keringat
v  Menemani / membimbing jalan-jalan
v  Memberikan minum
v  Merubah posisi
v  Memijat punggung , kaki atau kepala ibu dan tindakan yang bermanfaat lainnya.
v  Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa nyaman.
v  Membantu ibu bernafas pada saat kontraksi.
v  Mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan pujian kepada ibu

3. Pengurangan rasa nyeri


Meskipun sudah dialami oleh sebagian besar wnita, rasa nyeri saat melahirkan bersifat unik dan bebeda pada tiap individu, rasa nyeri tersebut juga memiliki karakteristik tertentu yang sama atau bersifat umum. Pengendalian rasa nyeri berhubungan dengan keputusan untuk mengimplementasikan atau memberikan pengendalian nyeri tersebut.
Rasa nyeri pada  persalinan yang dialami oleh wanita pada saat persalinan disebabkan oleh kontraksi uterus, dilatasi servik dan distensi perineum,  pada akhir kala I dan II dengan peregangan vagina dan dasar panggul untuk mengakomodasi bagian terendah janin.
 Adapun tindakan pendukung yang dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri tersebut adalah sbb:
a.     Pengaturan posisi
Faktor penting saat seorang wanita berada dalm persalinan adalah bukan saat ia akhirnya melahirkan tetapi tetap mampu bergerak dengan gelisah selama persalinan.Mobilisasi membantu ibu untuk tetap merasa terkendali.
Membiarkan ibu bersalin untuk memilih posisi persalinan memiliki banyak keuntungan misalnya kurangnya rasa tak nyaman, kurangnya trauma perineum, lebih mudah meneran dan posisi juga merupakan salahsatu dasar yang mempengaruhi keutuhan perineum. Untuk itu ibu bersalin harus diperbolehkan mengambil posisi pilihan mereka sendiri saat persalinan
Posisi yang diterapkan saat persalinan harus menghindari terjadinya hipoksia pada janin, menciptakan pola kontraksi uterus yang efisien, meningkatkan dimendi pelvis, memudahkan pengamatan janin, memberikan paparan perineum yang baik, menyediakan daerah yang bersih untuk melahirkan dan merasa nyaman.
Pengaturan posisi melibatkan juga penempatan bantal,wanita bersalin memerlukan bantal di bawah kepalanya,hal ini dapat meningkatkan relaksasi,mengurangi tekanan otot dan mengeliminasi titik-titik takanan.bebera[pa hal di bawah ini juga dapat mengurangi rasa nyeri pada ibu,diantaranya adalah ;
*           Anjurkan ibu untuk mencoba posisi posisi yang nyaman bagi dirinya
*           Ibu boleh berjalan,berdiri,duduk atau jongkok,berbaring miring atau merangkak.
*           Jangan menempatkan ibu pada posisi terlentangsupine hypotensi sindrome
b.     Relaksasi dan latihan pernapasan
Ada 3 latihan relaksasi diantaranya hádala :
*       Relaksasi progresip yaitu dengan cara mengeraskan satu grup otot (tangan,lengan,kaki,muka) dengan sengaja sekeras mungkin dan kemudian merilekannya selembut mungkin
*       Relaksasi terkontrol yaitu dengan cara mengeraskan satu grup otot dan satu grup merelaksasikan bagian sisi yang berlawanan.Sebagai contoh lengan kiri dikuatkan,lengan kanan rilek.
*       Bernapas dalam dengan cara rileks saewaktu ada his dengan cara meminta ibu untuk menarik napas panjang,tahan napas sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup sewaktru ada his, tetapi hal tersebut sudah tidak dianjurkan lagi sekarng ibu diajurkan untuk bernafas seperti biasa dan meneran pad saat ibu merasakan dorongan.
*       Hypnobirthing adalah suatu bentuk terapi alternatif yang secara holistik membantu ibu untuk rileks, tenang, dan tetap dalam keadaan sadar sepenuhnya. Hypnobirthing adalah salah satu cabang dari Hypnosis. Hypnosis telah diakui oleh WHO sebagai terapi alternatif di luar Ilmu Kedokteran Barat yang sah.
Hypnobirthing dilakukan oleh ibu dan pasangannya dalam keadaan relaksasi mendalam. Setelah masuk dalam keadaan relaksasi mendalam, dilakukanlah suatu penanaman sugesti ke otak mengenai hal-hal positif saat proses persalinan, misalnya bahwa proses persalinan itu tidak menyakitkan. Pada praktiknya, sang ibu diajarkan untuk memasukkan kata-kata positif ke dalam dirinya. Sang suami juga diharapkan ikut menanamkan kata-kata positif kepada istrinya. Pada awalnya ibu akan dibantu oleh terapis dalam prosesnya, selanjutnya ibu tersebut bisa melakukannya sendiri atau dengan bersama suami di rumah. Hypnobirthing dapat juga dilakukan dengan alat bantu CD (Compact Disc) rekaman suara sugesti.
        Prinsip dasar metode hypnobirthing :
1. Pikiran mempengaruhi seluruh tubuh. Segala sesuatu yang dilakukan tubuh ditentukan oleh pikiran. Oleh sebab itu ketika ditanamkan suatu pandangan bahwa proses persalinan adalah suatu proses alami yang tidak menyebabkan rasa nyeri sedemikian hebatnya, maka tubuh akan mengekspresikan hanya sedikit rasa nyeri saat persalinan.
2. Rasa nyeri menghalangi proses persalinan.
3. Endorfin adalah pembunuh rasa nyeri alami yang terdapat dalam tubuh. Ini bisa dihasilkan ketika tubuh dalam keadaan relaksasi.
       Keuntungan hypnobirthing:
       • Kondisi tenang selama kehamilan akan direkam oleh janin & membentuk     kepribadian serta kecerdasan sejak di dalam rahim
       • Mengurangi rasa mual, muntah, dan pusing 
       • Menciptakan keadaan yang seimbang sehingga pertumbuhan fisik dan  psikis bayi lebih sehat
       • Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit
       • Meningkatkan produksi ASI
       • Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan
       • Mencegah kelelahan yang berlebih saat proses persalinan
c.     Usapan di punggung / abdominal
Jika ibu suka,lakukan pijatan / masase dipunggung atau mengusap perut dengan lembut
Hal ini dapat memberikan dukungan dan kenyamanan pada ibu bersalin sehingga akan mengurangi rasa sakit
d.     Pengosongan kandung kemih
Sarankan ibu untuk sesering mungkin untuk berkemih.Kandung kemih yang kosong akan menyebabkan nyeri pada bagian abdominal juga menyebabkan sulit turunnya bagian terendah dari janin

4. Penerimaan Terhadap Sikap Dan Perilaku
Pada persalinan yang kuat, ibu biasanya lebih terpusat dan menarik diri daripada mengobrol dengan orang lain, ia digambarkan telah menjadi dirinya sendiri. Ketika persalinan semakin kuat, ibu menjadi kurang mobilitas, memegang sesuatu saat kontraksi atau berdiri mengangkang dan menggerakan pinggulnya.


 
Ketika persalinan ibu semakin maju, ia akan menutup matanya dan pernafasnnya berat dan lebih terkontrol (Burvill, 2002, dalam Chapman, 2006). Ia akan mengerang dan kadang berteriak selama kontraksi yang nyeri, ibu sering terlihat menekuk jari kakinya saat kontraksi  memuncak. Sebagai seorang bidan yang dapat dilakukan adalah hanya menyemangatinya dan bukan memarahinya.
            Memarahi ibu bersalin bukanlah solusi, tetapi merupakan masalah baru yang akan mengganggu kepercayaan pasien terhadap bidan. Konsekuensinya adalah ibu akan merasa tegang selama persalinan berlangsung. Lain halnya bila bidan menyemangati ibu, maka suasana yang akan terbangun adalah sikap saling percaya dan optimis bahwa persalinan akan berjalan dengan lancar.
5. Informasi Dan Kepastian Tentang Hasil Persalinan Yang Aman
Setiap ibu membutuhkan informasi tentang kemajuan persalinannya sehingga mampu mengambil keputusan dan ia perlu diyakinkan bahwa kemajuan persalinannya normal. Tanpa disadari bahwa kata-kata mempunyai pengaruh yang sangat kuat, baik positif maupun negatif.
Setiap ibu bersalin selalu ingin mengetahui apa yang terjadi pada tubuhnya yang meliputi:
       Penjelasan tentang proses dan perkembangan persalinan. Wanita yang telah siap mempunyai anak biasanya mengetahui proses-proses persalinan dan merasa ingin diinformasikan mengenai perkembangannya, sedangkan pada ibu yang belum siap biasanya mereka ingin mengetahiu apa saja yang sedang terjadi dalam tubuhnya
       Penjelasan semua hasil pemeriksaan. Semua hasil pemeriksaan harus dijelaskan pada ibu tersebut,hal ini akan mengurangi kebingungan pada ibu. Dan ingat setiap tindakan yang akan kita lakukan harus memperoleh persetujuan sebelum melakukan prosedur
*       Pengurangan rasa takut akan menurunkan nyeri akibat ketegangan dari rasa takut.

*       Penjelasan tentang prosedur dan adanya pembatasan. Hal ini memungkinkan ibu bersalin merasa aman dan dapat mengatasinya secara efektif. Ibu tersebut haruslah menyadari prosedur tersebut sebagai salah satu yang dia perlukan dan yang akan membantunya dan juga tentang keterbatasan prosedur tersebut

Kamis, 03 Mei 2012

Komplikasi Dan Penyulit Persalinan

1.    TEMUAN KEADAAN ABNORMAL DARI PARTOGRAF
1.1       DJJ
Temuan    : Tanda Gawat Janin
Penilaian dan pemeriksaan:
*   DJJ kurang dari 120  atau lebih dari 160 x/menit, mulai waspada tanda awal gawat janin
*   DJJ kurang dari 100 atau lebih dari 180 x/menit
Penatalaksanaan :
1.      Baringkan miring ke kiri, anjurkan ibu untuk menarik nafas panjang perlahan – lahan dan berhenti meneran
2.      Nilai ulang DJJ setelah 5 menit:
F Jika DJJ normal, minta ibu kembali meneran dan pantau DJJ setelah setiap kontraksi. Pastikan ibu tidak berbaring terlentang dan tidak menahan nafasnya saat meneran
F Jika DJJ abnormal, rujuk ibu ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan gawat darurat obstetri dan bayii baru lahir
F Dampingi ibu ke tempat rujukan

1.2       AIR KETUBAN
Temuan          : Tanda – tanda cairan ketuban bercampur mekoneum
      Penilaian dan pemeriksaan:
*      Cairan ketuban berwarna hijau (mengandung mekoneum)
Penatalaksanaan       :
*   Nilai DJJ
*   Jika DJJ normal, minta ibu kembali meneran dan pantau DJJ setelah setiap kontraksi. Pastikan ibu tidak berbaring terlentang dan tidak menahan nafasnya saat meneran
*   Jika DJJ tidak normal, tangani sebagai gawat janin (lihat di atas)
Segera setelah kepala bayi lahir, hisap mulut bayi lalu kemudian hidungnya dengan penghisap lender DeLee DTT atau steril atau bola karet penghisap yang baru dan bersih sebelum bahu dilahirkan
                                                                                    
1.3       PENYUSUPAN
Temuan: CPD (Cephalo Pelvic Disproportion)
Penilaian:
Semakin besar derajat penyusupan atau tumpang tindih antar tulang kepala semakin menunjukkan resiko CPD
Penatalaksanaan:
Apabila ada dugaan CPD maka penting untuk tetap memantau kondisi janin serta kemajuan persalinan. Lakukan tindakan pertolongan awal yang sesuai dan rujuk ibu dengan dugaan proporsi CPD ke fasilitas kesehatan rujukan
1.4       GARIS WASPADA DAN GARIS BERTINDAK
Temuan: Fase aktif yang memanjang, serviks kaku atau inersia uteri                         hipotonik
Penilaian:
Pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan garis waspada (pembukaan kurang dari 1 cm per jam), maka harus dipertimbangkan adanya penyulit
Penatalaksanaan:
Persiapan rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan (RS atau PUSKESMAS) yang memiliki kemampuan untuk menatalaksana penyulit dan gawat darurat obstetri.
Jika pembukaan serviks telah melampaui dan berada di sebelah kanan garis bertindak maka hal ini menunjukkan perlu dilakukan tindakan untuk menyelesaikan persalinan. Sebaiknya, ibu harus sudah berada di tempat rujukan sebelum garis bertindak melampaui.

1.5       PENURUNAN KEPALA
Temuan    : Kepala bayi tidak turun
Penilaian dan pemeriksaan:
*   Kepala bayi tidak turun
Penatalaksanaan            :
*     Anjurkan untuk meneran sambil jongkok atau berdiri
*     Jika bayi tidak lahir setelah 2 jam meneran (primigravida) atau 1 jam (multigravida), ibu dibaringkan miring ke kiri
*     Rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir
*     Dampingi ibu ke tempat rujukan
1.6       KONTRAKSI
Temuan: Inersia uteri
Penilaian:
Kurang dari 3 kontraksi dalam waktu 10 menit, lama kontraksi kurang dari 40 detik
Penatalaksanaan:
*   Anjurkan untuk mengubah posisi dan berjalan – jalan
*   Anjurkan untuk minum
*   Pecahkan ketuban jika selaput ketuban masih utuh (gunakan ½ kocher DTT)
*   Stimulasi putting susu
*   Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya
*   Jika bayi tidak lahir setelah 2 jam meneran (primigravida) atau 1 jam (multigravida), segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan gawat darurat obstetric dan bayi baru lahir
*   Dampingi ibu ke tempat rujukan

Temuan: Tetania uteri
Penilaian:
Adanya his yang terlampau kuat dan sering sehingga tidak ada relaksasi rahim (lebih dari 5 kontraksi dalam waktu 10 menit dengan intensitas yang sangat kuat)
Penatalaksanaan:
*      Berikan obat seperti morfin, luminal, dan sebagainya, asal janin tidak akan lahir dalam dekat (4 – 6 jam kemudian)
*      Bila ada tanda – tanda obstruksi, persalinan harus segera diselesaikan dengan seksio sesarea
*      Pada partus presipitatus tidak banyak yang dapat dilakukan karena janin lahir tiba – tiba dan cepat

1.7       NADI, SUHU, TEKANAN DARAH URIN
Temuan : Syok
Penilaian:
*   Nadi cepat, lemah (110x/menit atau lebih)
*   Tekanan darah rendah (sistolik kurang dari 90mmHg)
*   Pucat pasi
*   Berkeringat atau dingin, kulit lembab
*   Nafas cepat (lebih dari 30x/menit)
*   Cemas, bingung, atau tidak sadar
*   Produksi urin sedikit (kurang dari 30 cc/jam)
Penatalaksanaan:
*   Baringkan miring ke kiri
*   Naikkan kedua kaki untuk meningkatkan aliran darah ke jantung
*   Pasang infuse menggunakan jarum diameter besar (ukuran 16 atau 18) dan berikan RL atau NS. Infuskan 1 L dalam 15 sampai 20 menit; jika mungkin infuskan 2 L dalam waktu 1 jam pertama, kemudian turunkan ke 125 cc/jam.
*   Segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan gawat darurat obstetric dan bayi baru lahir
*   Dampingi ibu ke tempat rujukan 

Temuan: Dehidrasi
Penilaian:
*   Perubahan nadi (100 x/menit atau lebih)
*   Urin pekat
*   Produksi urin sedikit (kurang dari 30 cc/jam)
Penatalaksanaan:
*   Anjurkan untuk minum
*   Nilai ulang setiap 30 menit (menurut pedoman di partograf). Jika kondisinya tidak membaik dalam waktu satu jam, pasang infuse menggunakan jarum diameter besar (ukuran 16 atau 18) dan berikan RL atau NS 125 cc/jam.
*   Segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan gawat darurat obstetric dan bayi baru lahir
*   Dampingi ibu ke tempat rujukan

Temuan: Infeksi
Penilaian:
*   Nadi cepat (110 x/menit atau lebih)
*   Suhu lebih dari 38° C
*   Menggigil
*   Air ketuban atau cairan vagina yang berbau
Penatalaksanaan:
*   Baringkan miring ke kiri
*   Pasang infus menggunakan jarum diameter besar (ukuran 16 atau 18) dan berikan RL atau NS 125 cc/jam
*   Berikan ampisilin 2 gr atau amoksisillin 2 gr per oral
*   Segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan gawat darurat obstetric dan bayi baru lahir
*   Dampingi ibu ke tempat rujukan

Temuan: Preeklamsia ringan
  Penilaian:
*   Tekanan darah diastolic 90 – 110 mmHg
*   Proteinuria hingga 2+
Penatalaksanaan:
*   Nilai ulang tekanan darah setiap 15 menit (saat di antara kontraksi atau meneran)
*   Jika tekanan darah 110 mmHg atau lebih, pasang infus menggunakan jarum diameter besar (ukuran 16 atau 18) dan berikan RL atau NS 125 cc/jam
*   Baringkan miring ke kiri
*   Lihat penatalaksanaan preeklampsia berat

Temuan: Preeklamsia berat atau eklamsia
Penilaian:
*   Tekanan darah diastolic 110 mmHg atau lebih
*   Tekanan darah diastolic 90 mmHg atau lebih dengan kejang
*   Nyeri kepala
*   Gangguan penglihatan
*   Kejang (eklampsia)
Penatalaksanaan:
*   Baringkan miring ke kiri
*   Pasang infuse dengan menggunakan jarum diameter besar (ukuran 16 atau 18) dan berikan RL atau NS 125 cc/jam
*   Berikan dosis awal 4 gr MgSO4 50%, 10 gr
(5 gr IM pada masing – masing bokong)
*   Segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir
*   Dampingi ibu ke tempat rujukan